Masyarakat Huta IV Minta Inspektorat Audit BUMDes Sordang Bolon.

Simalungun // satgasmigas.com . Masyarakat Huta IV, Nagodang, Desa Sordang Bolon, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, meminta pihak Inspektorat melakukan audit terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sordang Bolon yang disebut-sebut mengalami kerugian selama delapan tahun terakhir.

Permintaan tersebut mencuat setelah pemberitaan di media online satgasmigas.com beberapa minggu lalu yang menyoroti kondisi keuangan BUMDes Sordang Bolon yang dikabarkan mengalami minus atau kerugian.
Sejumlah warga yang juga menjadi nasabah program simpan pinjam desa mengaku heran dengan kondisi tersebut. Pasalnya, mereka merasa telah memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman dengan baik dan tepat waktu.

“Kami mengangsur pinjaman dari BUMDes berupa SPP sampai lunas dan selalu tepat waktu. Bahkan ada jasa atau bunga sekitar 10 persen untuk setiap 10 bulan. Jadi kami juga heran kenapa bisa dikatakan minus,” ujar salah seorang nasabah bermarga Panjaitan yang tinggal di Huta IV Nagodang.
Ia juga mengaku belakangan tidak lagi bisa meminjam dana dari BUMDes. Menurutnya, pengurus menyampaikan bahwa dana di kas BUMDes sudah tidak tersedia lagi.
“Saya pernah mau meminjam lagi, tapi kata pengurus sudah tidak ada lagi dana di kas BUMDes,” tambahnya.

Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin mempertanyakan pengelolaan keuangan BUMDes yang selama ini berjalan di Desa Sordang Bolon. Warga pun meminta agar instansi terkait turun tangan untuk melakukan audit secara menyeluruh.

Untuk memastikan kondisi tersebut, awak media mencoba menghubungi Ketua BUMDes Sordang Bolon, Rusli Sinaga, guna meminta klarifikasi terkait kondisi kas dan pengelolaan dana BUMDes. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. Panggilan telepon tidak diangkat dan pesan singkat yang dikirim juga belum dibalas.

Awak media kemudian menemui Kepala Desa Sordang Bolon, Selamat Riadi, di kantornya untuk meminta keterangan mengenai kondisi BUMDes tersebut. Dalam keterangannya, kepala desa mengaku pihak pemerintah desa juga telah beberapa kali mencoba meminta laporan pertanggungjawaban dari pengurus BUMDes.

“Kami sudah membuat surat undangan kepada pengurus BUMDes, terutama kepada ketuanya, untuk hadir menyampaikan laporan pertanggungjawaban. Tapi sampai sekarang belum juga hadir,” ujar Selamat Riadi.
Saat awak media meminta izin untuk melaporkan persoalan tersebut ke Inspektorat, kepala desa meminta agar langkah tersebut ditunda terlebih dahulu.
“Bang, jangan dulu. Nanti saya yang repot dipanggil-panggil ke sana. Lagian ini masih bulan puasa,” ucapnya.

Sementara itu, beberapa hari setelah pemberitaan mengenai kondisi BUMDes tersebut beredar luas, sejumlah warga Huta IV kembali menyampaikan harapannya kepada awak media agar terus memantau perkembangan persoalan tersebut.
Saat ditemui di sebuah warung kopi, warga yang mengaku telah membaca berita berjudul “Delapan Tahun Berjalan BUMDes Desa Sordang Bolon Minus, Diduga Ada Konspirasi” meminta agar media turut mendampingi masyarakat jika mereka melaporkan persoalan tersebut ke pihak berwenang.

“Kalau perlu dampingi kami untuk melapor ke Inspektorat dan juga ke Polres Simalungun, supaya jelas ke mana dana BUMDes itu,” ujar salah seorang warga.

Masyarakat berharap adanya audit dari instansi terkait dapat membuka secara transparan kondisi keuangan BUMDes Sordang Bolon serta memastikan pengelolaan dana desa berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat bagi warga. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *