Pastikan Kelancaran Mudik Lebaran 2026, Polres Batu Bara Jamin Pasokan BBM di Seluruh SPBU Aman

Kepolisian Resor (Polres) Batu Bara bergerak cepat memastikan kesiapan infrastruktur energi di jalur lintas Sumatera menjelang puncak arus mudik Hari Raya Idul Fitri 2026. Melalui Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim), kepolisian melakukan pemantauan ketat terhadap stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di wilayah hukum Kabupaten Batu Bara.

​Langkah preventif ini diambil guna mengantisipasi terjadinya kelangkaan bahan bakar yang kerap menjadi momok bagi pemudik, sekaligus mencegah praktik kecurangan yang dapat merugikan konsumen di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.

​Pada Minggu (22/3/2026) siang, Unit Ekonomi Sat Reskrim yang dipimpin oleh IPTU Kriswanto, S.H., M.H., menyisir titik-titik krusial mulai dari wilayah Lima Puluh, Labuhan Ruku, Indra Pura, hingga Medang Deras. Berdasarkan data lapangan, stok bahan bakar di jalur utama terpantau dalam kondisi mencukupi meski beban permintaan mulai merangkak naik.

​”Fokus kami adalah memastikan setiap tetes bahan bakar tersedia bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. Tidak boleh ada antrean yang mengular panjang akibat ketidaktersediaan stok,” tegas Kapolres Batu Bara, AKBP Doly Nelson H.H. Nainggolan, S.H., M.H., dalam laporannya kepada Kapolda Sumatera Utara.

​Berdasarkan hasil pengecekan personel di lapangan, berikut adalah gambaran ketahanan energi di beberapa titik strategis:

  • Wilayah Lima Puluh: Di SPBU Desa Simpang Gambus, stok Pertalite tercatat melimpah di angka 22.000 liter, sementara Bio Solar berada pada posisi 11.000 liter.
  • Wilayah Labuhan Ruku & Sei Balai: SPBU Desa Perjuangan mencatatkan stok Pertalite hingga 29.792 liter dan Solar 15.056 liter, menjadikannya salah satu titik tumpu utama bagi kendaraan berat dan pribadi.
  • Wilayah Indra Pura & Medang Deras: Di titik Sipare-pare, stok Bio Solar siaga di angka 15.652 liter, didukung oleh SPBU Pakam Raya yang menyiagakan Pertamax hingga 15.000 liter untuk melayani kendaraan menengah ke atas.

​Meski terdapat beberapa tangki di SPBU tertentu yang sedang menunggu jadwal pengiriman (kosong sementara), pihak kepolisian memastikan bahwa aliran distribusi dari Pertamina tetap berjalan sesuai jadwal untuk mengisi kembali kekosongan tersebut sebelum terjadi krisis.

​AKBP Doly Nelson menekankan bahwa pengawasan ini tidak hanya soal angka di atas kertas, tetapi juga memastikan keamanan operasional di lapangan. Koordinasi dengan para manajer SPBU dilakukan secara intensif untuk menjamin integritas pelayanan.

​”Kami telah instruksikan personel untuk terus memonitor pasokan. Sejauh ini, pasokan dari Pertamina ke wilayah hukum Polres Batu Bara masih terkendali. Kami mengimbau masyarakat tidak perlu melakukan panic buying karena ketersediaan BBM di wilayah ini dijamin aman,” tambah AKBP Doly.

​Hingga Minggu sore, situasi di seluruh SPBU di Kabupaten Batu Bara dilaporkan kondusif. Langkah sigap Polres Batu Bara ini diharapkan menjadi jaminan bagi para pemudik bahwa perjalanan melintasi pesisir timur Sumatera Utara akan tetap lancar dan bebas dari kendala energi.

Sumber : Humas Polres Batu Bara

Jurnalis : Red/Boys-3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *