Prosesi Basuh Kaki Kamis Putih di Gereja Katolik St. Fransiskus Batu Bara Berlangsung Khidmat

Puluhan umat Katolik di Desa Sumber Tani, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara, mengikuti prosesi ibadah Kamis Putih dengan khidmat pada Kamis (2/4/2026) malam. Ibadah yang menjadi pembuka Tri Hari Suci Paskah ini dipusatkan di Gereja Katolik Santo Fransiskus.

​Guna menjamin keamanan dan kekhusyukan jemaat, personel kepolisian dari Polsek Labuhan Ruku dan Polres Batu Bara disiagakan di lokasi sejak pukul 19.45 WIB hingga rangkaian ibadah usai.

​Pengamanan Dipimpin Langsung Pejabat Utama

​Pengamanan di Gereja Santo Fransiskus mendapat perhatian khusus dengan hadirnya pejabat utama kewilayahan. Kapolsek Labuhan Ruku Kompol Cecep Suhendra turun langsung memimpin jalannya pengamanan bersama Kasubbagdalops Polres Batu Bara AKP P. Situngkir, serta didampingi oleh Aiptu M. Manurung dan Aipda Dani Efendi.

​Langkah ini dilakukan berdasarkan Surat Perintah Kapolres Batu Bara dan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah keagamaan.

​Makna Pembasuhan Kaki: “Tetaplah Berjaga-jaga”

​Ibadah Kamis Putih kali ini dipimpin oleh Pastor CMp. Bintang Nainggolan yang datang dari Paroki Tanjung Pinggir, Pematang Siantar. Salah satu momen sentral dalam liturgi ini adalah upacara pembasuhan kaki, yang melambangkan kerendahan hati dan pelayanan Yesus Kristus kepada para murid-Nya.

​Dalam khotbah di hadapan sekitar 50 jemaat yang hadir, Pastor Bintang menyampaikan pesan mendalam agar umat senantiasa waspada dan teguh dalam iman.

​”Pesan utama yang disampaikan kepada jemaat malam ini adalah ‘Tetaplah Berjaga-jaga’, sebagai refleksi atas kesetiaan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup,” ujar petugas melaporkan suasana di dalam gereja.

​Situasi Terpantau Kondusif

​Meskipun jamaat yang hadir tidak terlalu masif, pihak kepolisian tetap menerapkan standar pengamanan penuh untuk mengantisipasi adanya gangguan eksternal. Petugas melakukan pemantauan di area pintu masuk dan sekitar gereja untuk memastikan lingkungan tetap steril.

​Hingga prosesi ibadah berakhir, situasi di Gereja Katolik St. Fransiskus dan wilayah hukum Polsek Labuhan Ruku secara umum dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Kehadiran personel Polri di lokasi memberikan rasa tenang bagi umat yang sedang memperingati perjamuan terakhir tersebut. (Red/Boys-3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *