Skandal Solar Subsidi Meledak! SPBU 14.212.259 Tanjung Seri Diduga Jadi “Markas Mafia”, Nama Oknum Aparat Ikut Disebut.

Batu Bara//satgasmigas.com.

Bau busuk dugaan praktik mafia BBM subsidi akhirnya terkuak. SPBU 14.212.259 di Desa Tanjung Seri, Kecamatan Laut Tador, Kabupaten Batu Bara, diduga kuat menjadi titik utama permainan solar subsidi ilegal yang berlangsung terang-terangan tanpa tersentuh hukum.

Di balik aktivitas pengisian BBM yang tampak biasa, tersimpan praktik mencurigakan: solar subsidi diduga dijual bebas kepada jaringan mafia BBM. Kendaraan seperti mobil box, truk, hingga sepeda motor dengan tangki modifikasi (dregen) keluar-masuk tanpa hambatan, menguras jatah rakyat kecil.

Pantauan awak media pada Jumat, 10 April 2026 sekitar pukul 14.51 WIB memperlihatkan aktivitas tidak wajar di SPBU tersebut—seolah sudah menjadi rutinitas yang “dilindungi”.

Sorotan tajam mengarah ke internal SPBU. Manajer berinisial F.P dan kasir berinisial A.S diduga mengetahui, bahkan terlibat dalam praktik ini. Pernyataan keduanya justru membuka tabir yang lebih mengejutkan.

Dalam konfirmasi kepada awak media, pihak SPBU dengan nada lantang menyebut tidak lagi bermitra dengan Media cetak. Lebih mengejutkan lagi, mereka mengklaim bahwa hanya “pihak berwajib” yang bisa membekap aktivitas di lokasi tersebut.

Tak berhenti di situ, muncul pengakuan yang mengundang kecurigaan besar:
mereka menyebut adanya aliran “setoran” kepada oknum aparat di tingkat Polres dan Polsek.

Modusnya terstruktur dan berulang: kendaraan yang telah dimodifikasi melakukan pengisian berkali-kali dalam sehari. Solar subsidi yang seharusnya untuk masyarakat kecil justru dialihkan ke pihak tertentu untuk keuntungan besar.

Kerugian negara diperkirakan tidak sedikit. Lebih dari itu, masyarakat kecil menjadi korban—kesulitan mendapatkan BBM subsidi karena “disedot” oleh jaringan mafia.
Respons aparat penegak hukum
Saat dikonfirmasi, Humas Polres Batu Bara memberikan respons singkat yang terkesan enggan menanggapi lebih jauh. Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Air Putih menyatakan akan turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

Di sisi lain, Kapolsek Air Putih membantah keras tudingan adanya setoran dan menegaskan pihaknya tidak terlibat dalam praktik tersebut.

Pertanyaan besar yang belum terjawab

Jika benar praktik ini berlangsung terang-terangan, lalu di mana pengawasan?
Mengapa aktivitas mencurigakan ini seolah dibiarkan?
Dan benarkah ada oknum yang bermain di balik layar?

Desakan publik menguat, Masyarakat kini mendesak Kapolda Sumatera Utara untuk turun langsung membongkar jaringan mafia BBM ini hingga ke akar-akarnya, termasuk mengusut dugaan keterlibatan oknum aparat.

Jika tidak segera ditindak, praktik ini bukan hanya menjadi skandal—tetapi ancaman nyata bagi keadilan dan hak rakyat.

( Herman Manurung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *