Galian C Desa Perjuangan Diduga Keras Dikelola Kades Benteng Jaya Terhembus Isu Demi Mencari Keuntungan 

Batu Bara//satgasmigas.com Galian C ilegal yang berada di desa perjuangan beredar isi kalau pengelolanya diduga keras kades benteng jaya bahkan mengatur semua keuangan galian C serta beredar dugaan isu kades Benteng Jaya berinisial S mendapatkan bagian Rp.5000,-per mobil, dan juga mengatur komisi kades perjuangan,SPSi,Media, dan oknum APH. 

Menurut keterangan Pemilik alat berat mengatakan bahwa “saya hanya sewakan alat bg, pengelolanya Panitia pembangunan mesjid desa benteng jaya, bukan saya, pokoknya segala sesuatunya mereka bg” ucap sabar. Senin,8/12/2025.

Saat dikonfirmasi petugas lapangan dilokasi galian C sebagai tukang tulis dan pengutip uang harga tanah galian C ilegal  itu kepada media mengatakan bahwa “saya hanya tukang tulis dan pengutip bg, nanti setelah tutup saya serahkan uang nya kepada kades benteng jaya, dan sewa alat saya serahkan kepada bos sabar, ucapnya Rabu,10/12/2025.

Lanjut perempuan tukang tulis ini mengatakan bahwa untuk sewa alat dan minyak dan sisanya Rp.55.000,- per mobil saya serahkan sama pak kades desa benteng jaya, saya tidak tahu masalah pembagian nya dan semua itu saya hanya mengikuti arahan kades, tegasnya.

Saat dikonfirmasi seorang panitia pembangunan mesjid yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa “kami sebagai panitia pembangunan mesjid tidak mengelola keuangan galian C bg, semua sama kades benteng jaya bahkan jumlah berapa mobil per hari juga kami tidak tahu, jadi tanyakan saja pak kades bg,kami hanya menerima nilai uang yang diberikan kades, dan uang itu kami gunakan untuk membangun mesjid bg,ucapnya.

Beredar isu pengaman wartawan yang diduga dikomandoi oknum wartawan berinisial B dan AN yang menurut keterangan salah seorang warga mengakui kedua oknum wartawan tersebut ganti-gantian habis magrib datang kerumah Kades Benteng Jaya, isunya untuk mengambil bagian pengamanan wartawan, karena pengelolanya informasinya memang kades,ucap warga yang tidak mau disebutkan namanya di media.

Saat dikonfirmasi oknum wartawan berinisial B dan AN kenapa setiap habis magrib orang bapak datang ke rumah kades benteng jaya, benarkah untuk mengambil uang pengamanan wartawan untuk kegiatan ilegal galian C, oknum B dan AN mengatakan bahwa sebenarnya awalnya kami berurusan langsung dengan petugas lapangan, namun tiba-tiba petugas juru tulis mengatakan melalui kades benteng jaya sekarang bg sudah kades pengelolanya, urusan sama kades saja ya bg, terang AN dan B kepada media, bahkan jumlah berapa mobil perhari juga tidak diberitahukan oleh penulis dilapangan, dia mengatakan tanya kades saja bg, saya hanya mengikuti arahan kades bg menirukan petugas lapangan tersebut.

Saat dikonfirmasi Kades melalui telepon selulernya, namun sangat di sayangkan Kades tidak mau mengangkat telepon seluler nya. Hingga berita ini ditayangkan,kades belum bisa dikonfirmasi.

Diduga keras oknum kades benteng jaya, selain pengelola Galian C ilegal, juga diduga bermain mencari keuntungan dari jumlah mobil per hari, dugaan ini kuat karena petugas pencatat mobil yang masuk tidak transparan, dia baru memberitahukan jumlah mobil masuk setelah menyerahkan uang hasil galian C ilegal tersebut ke kades benteng jaya, jadi hanya formalitas saja kalau pengelola Galian C ilegal tersebut dikelola oleh panitia pembangunan mesjid, ternyata yang mengelola adalah oknum kades.

Beberapa wartawan dari berbagai media dan aktivis meminta Bupati batu bara segera panggil bila perlu copot oknum kades benteng jaya dari jabatannya sebagai kades.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *