Laka Lantas Tunggal di Jalinsum, Pengendara Alami Patah Tulang Usai Tabrak Pembatas Rel KA Petatal.
BATU BARA//satgasmigas.com.
Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di perlintasan rel Kereta Api Petatal, Jumat subuh sekitar pukul 02.15 WIB. Dalam peristiwa tersebut, seorang pengendara sepeda motor mengalami patah tulang pada kaki kiri setelah menabrak pagar pembatas rel kereta api.
Menurut informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, korban diketahui berasal dari Indrapura. Sebelum kecelakaan terjadi, korban disebut dalam kondisi dipengaruhi minuman keras usai berkumpul bersama teman-temannya di Indrapura, sehabis minum minum lalu beranjak pulang menuju rumah keluarganya di kawasan hessa Simpang Kawat, Tanjung Balai.
Korban kemudian berpamitan pulang seorang diri menuju hessa tanjung balai simpang kawat. Namun nahas, saat melintasi kawasan Sumber Padi menuju rel KA Petatal, korban diduga mulai mengantuk hingga akhirnya tertidur saat mengendarai sepeda motor.
Akibat hilang kendali, korban langsung menghantam pagar pembatas rel kereta api dengan keras. Benturan tersebut membuat korban terjatuh dan mengalami luka serius.
Warga sekitar yang mendengar suara benturan keras langsung berhamburan menuju lokasi kejadian. Saat ditemukan, korban terlihat meraung kesakitan di pinggir jalan.“Warga langsung menolong dan mengangkat korban ke tepi jalan karena kondisinya sangat kesakitan. Setelah diperiksa, ternyata kaki kirinya diduga patah tulang,” ujar salah seorang warga di lokasi.Korban bernama Hairel Azmi hasibuan kelahiran hessa air genting tanjung balai Asahan dan kependudukannya tinggal desa banai kecamatan sembilan koto kabupaten dharmasraya sumatera barat,
Awak media satgasmigas.com yang berada di lokasi sempat mencoba menghubungi rekan korban di Indrapura untuk memberikan informasi terkait kejadian tersebut. Namun panggilan tidak mendapat respons.
Selanjutnya, awak media langsung mendatangi Pos Lantas Sei Bejangkar guna melaporkan kecelakaan tersebut. Mendapat laporan itu, personel Satlantas bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi korban serta mengamankan kendaraan milik korban.
Dalam proses penanganan kejadian, seorang warga juga menyerahkan dompet milik korban kepada petugas lantas bermarga Raja Gukguk. Dompet tersebut diketahui berisikan uang tunai sebesar Rp1.070.000 yang sebelumnya diamankan warga demi menghindari kehilangan.
Petugas kemudian membawa korban untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, sementara kendaraan korban turut diamankan pihak kepolisian.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mengendarai kendaraan dalam kondisi mabuk maupun mengantuk karena dapat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
(Red)

